Memilih Software Keuangan untuk Bisnis Travel

Sebelum Anda memilih Software untuk bisnis agen perjalanan wisata (travel agent), Anda harus mengenal terlebih dahulu siapa rekanan Anda dalam melakukan komputerisasi bisnis Anda ini. Apakah seorang programmer individu? Apakah sebuah konsultan akuntansi/keuangan umum? Apakah suatu lembaga pengembang software umum? Atau lembaga konsultan khusus software keuangan yang juga mengembangkan software keuangan sendiri?. Pilihan ada di tangan Anda sebagai seorang owner bisnis travel agent, ataupun manager yang dipercaya untuk mengelola bisnis ini oleh pemilik modal.

Jika Anda memilih programmer individu sebagai rekananAnda dalam melakukan komputerisasi, mungkin keuntungannya adalah harga yang lebih murah dengan semua keinginan Anda dalam modifikasi program terpenuhi. Namun resikonya adalah Anda harus siap mengalami ketergantungan pada seorang programmer. Jika suatu saat software mengalami trouble atau membutuhkan perubahan workflow, dan pada saat itu juga programmer rekanan Anda sudah tidak bisa dihubungi lagi, entah karena kesibukannya yang baru atau yang lain. Maka dapat dikatakan investasi Anda dalam software adalah gagal dan menjadikannya biaya yang harus Anda bayar.

Jika yang Anda pilih adalah jasa konsultan keuangan umum, maka bukan rahasia lagi kalau biro jasa itu akan mencarikan untuk Anda pihak ketiga sebagai penyedia jasa software. Jadi Anda akan dipaksa untuk membayar double atas jasa konsultasi dan software dari pihak ketiga yang tentunya ada margin keuntungan juga yang diambil oleh rekanan Anda. Ke depan, permasalahan garansi biasanya menjadi kendala, karena komunikasi antara end-user dengan developer program bersifat tidak langsung, yaitu melalui perantara rekanan Anda tadi.

Pilihan lagi untuk Anda, yaitu memilih perusahaan pengembang program komputer (software developer) umum untuk membuatkan program bagi bisnis travel agent Anda. Mungkin inilah pilihan terbaik jika bisnis travel agent sangat besar dan membutuhkan banyak kustomisasi. Namun Anda tentunya harus merogoh kocek agak dalam, karena perusahaan profesional dalam mengembangkan software membutuhkan dana yang besar dan waktu yang lama pula. Apalagi jika perusahaan software yang menjadi rekanan Anda belum berpengalaman di bidang bisnis yang serupa sebelumnya.

Armadillo Accounting, adalah solusi bagi Anda yang masih bimbang dalam menentukan rekanan untuk memulai komputerisasi bisnis, ataupun bagi Anda yang sudah pernah memulai namun kecewa dengan rekanan Anda sebelumnya (jangan kuatir, banyak client Armadillo adalah bisnis atau usaha yang telah dikecewakan oleh rekanan lamanya). Dikembangkan sejak tahun 2002 dan terus berkembang sampai saat ini. Armadillo dapat dibilang cukup berpengalaman dalam berbagai jenis usaha termasuk usaha agen perjalanan wisata (travel agent).

Baca lebih lanjut

Laporan Kas Keuangan Usaha Travel Agent (Kas Besar – Kas Kecil – Petty Cash)

Sebagaimana pada pencatatan keuangan manual, pada Accounting Software, pelaporan keuangan utama yang digunakan untuk control adalah Laporan Kas atau dana cair (likuid) yang berputar dalam keseharian usaha tersebut berjalan.

Berdasarkan pengalaman tim Armadillo dalam mengaplikasikan software Armadillo Accounting di berbagai macam usaha, secara umum Kas usaha bisa dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu Kas Besar, Kas Kecil (disebut juga Kas Harian atau Kas saja), dan Petty Cash (kadang disebut jug akas kecil atau kas kaleng). Penamaan bisa beda-beda pada tiap usaha, hal ini hanya merupakan kesepakatan istilah mekanisme operasional saja.

Kas Besar adalah dana utama perusahaan yang menunjukkan kekayaan likuid-nya, kas besar biasanya tidak bisa dikeluarkan langsung dan harus melalui mekanisme lewat kas kecil terlebih dahulu terkecuali transaksi-transaksi tertentu oleh pemilik usaha langsung atau yang berwenang menangani kas besar. Kas Kecil sebagaimana sudah tersebut di atas, adalah kas yang berputar dalam operasional harian. Biasanya kas kecil ini akan bernilai nol pada saat tutup hari (laporan kas harian) karena disetor ke kas besar dan akan ada nominalnya lagi keesokan harinya karena dapat kucuran dari kas besar. Petty Cash kadang kala disebut Kas Kaleng, adalah kas untuk operasional harian yang incidental dan nominalnya tidak terlalu besar, seperti uang bensin, uang konsumsi, uang parkir, dan sebagainya. Kas Kaleng ini tidak perlu di-nol-kan tiap harinya, karena dianggap nominalnya tidak terlalu besar dan tidak krusial untuk dilaporkan secara rutin berkala, biasanya hanya laporan bulanan saja.

Baca lebih lanjut